Waspada, Hal-Hal Berikut yang Mengancam Bisnis Anda Mengalami Kegagalan

Labels this post :
Sukses berbisnis sebenarnya adalah hak semua orang yang telah memutuskan untuk terjun dalam dunia usaha.  Akan tetapi sering pelaku bisnis kaget dengan kenyataan yang terjadi saat usahanya tengah berlangsung. Beberapa hal memang sulit untuk diantisipasi, dan sering kita baru menyadarinya sebagai tantangan, rintangan dan hambatan saat berada di tengah jalan.
Pelaku sektor usaha kecil memang membangun bisnis dengan segala keterbatasan, baik itu keterbatasan pengetahuan, keterbatasan kemampuan, keterbatasan pengalaman, keterbatsan motivasi, keterbatasan kreatifitas, keterbatasan manegerial dan yang selalu menjadi predikat melekat kelompok masyarakat kecil, tentu saja keterbatasan dana atau modal. Semua keterbatasan tersebut mengakibatkan kita harus pandai-pandai menyikapi segala hal yang terjadi di tengah-tengah menjalankan usaha kita.
Untuk itu, kami rangkum dari berbagai sumber beberapa poin yang dapat menyebabkan usaha yang kita bangun mengalami kejenuhan hingga kegagalan. Berikut poin-poin yang dapat kami rangkum, semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dan hikmahnya.

Waspada, Hal-Hal Berikut yang Mengancam Bisnis Anda Cepat Mengalami Kegagalan
Penyebab Bisnis Anda Mengalami Kegagalan
Tidak Ada Tujuan
Jika Anda merintis usaha dari kosong, alias dari start tanpa pengalaman, maka sulit untuk mengukur tujuan  yang hendak dicapai. Hal ini dikarenakan hampir keseluruhan proses bisnis yang dijalankan masih meraba-raba jalan yang ditempuh. Karena jalan bisnis saja masih belum jelas, maka tujuan atau ending bisnis juga belum dapat kita tentukan.
Sebagai percontohan, kita dapat membandingkan warung makan yang dibangun ala kadarnya. Target pasarpun dibiarkan saja mengalir apa adanya. Menunggu konsumen datang dengan sekedar memasak, dan menunggu dan menunggu. Tidak ada keunggulan atau derivasi khusus untuk menciptakan produk yang unik dan dapat diterima pasar.
Tidak ada promosi, tidak ada inovasi. Semua berjalan mengalir begitu saja. Sebetulnya ini bukan terlalu salah, tetapi factor keberuntungan saja jika tiba-tiba warung Anda laris manis diserbu banyak orang.
Coba kita bandingkan dengan usaha warung makan yang dipersiapkan dengan matang. Jika modal minim, maka solusinya adalah membuat usaha yang sederhana, namun mengutamakan menu yang mengundang selera dan membuat ketagihan. Jika dibutuhkan, lakukan kegiatan pemasaran dengan memberikan cerita yang meyakinkan, bahwa resep yang digunakan merupakan resep turunan yang sudah terbukti kelezatannya.

Tidak Ada Pencatatan
Boleh saja di awal usaha Anda sibuk menyiapkan persiapan teknis, hingga waktu untuk pencatatan terabaikan. Akan tetapi saat usaha sudah mulai dijalankan, mutlak sebuah keharusan bagi Anda untuk melakukan pembukuan. Hal ini dimaksudkan agar kita dapat dengan mudah melakukan pengukuran, melihat ritme penjualan, dan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi.
Tanpa pencatatan, sulit bagi kita untuk dapat menjelaskan sejauh mana usaha yang kita jalankan mengalami perkembangan. Atau bahkan kita tidak tahu sama sekali, apakah usaha ini mengalami situasi stagnan, bekembang atau bahkan mengalami penurunan.

Terlalu Membesarkan Hal-Hal yang Menjadi Rintangan
Halangan dan rintangan sudah pasti ada dalam setiap membangun usaha. akan tetapi terlalu focus melihat kesulitan-kesulitan akan membuat energi kita melemah. Akibatnya produk juga menjadi lemah karena munculnya sikap psimis bahwa usaha dapat mengalami pengembangan.
Misalkan saja Anda membuat warung di tengah lingkungan yang ternyata sepi pembeli. Lantas Anda menyalahkan gaya hidup masyarakat setempat yang memang tidak menyukai makan di luar rumah. Hal ini akan berpengaruh pada kondisi psikologis Anda, dengan asumsi bahwa kecil kemungkinan orang akan berkunjung ke warung Anda.
Cobalah untuk berfikir sebaliknya. Salahkan Anda sendiri dan lakukan beberapa perubahan. Mulailah untuk memberikan menu khusus bagi beberapa orang dengan membuat target pemasaran. Misalkan membuat target penjualan kepada PNS atau pegawai yang ada di sekitar Anda. Contoh, buatlah terobosan dengan memperbolehkan membayar bulanan kepada mereka.

Tidak Memiliki Teman yang Dapat Memberi Motivasi
Mulailah untuk mencari partner berbincang yang dapat menularkan virus positif dan optimism, dengan tetap memiliki pandangan yang objektif dan realistis. Jika Anda tidak memiliki teman sama sekali untuk dapat memberikan masukan, sharing dan berbagi pengetahuan yang memadai, maka sulit bagi Anda untuk melakukan tindakan-tindakan alternatif sebagai upaya membuat terobosan baru.

Tidak Dapat Mengatur Waktu
Management waktu itu penting. Selain persoalan waktu untuk mengembangkan usaha Anda, tentu Anda juga mempunyai tanggungjwab penting lainnya. Contohnya adalah waktu untuk keluarga, memilah waktu untuk bekerja, dan juga waktu untuk bersosialisasi dengan banyak orang. Jiak Anda terlalu sibuk dengan salah satu saja, maka sudah pasti akan mengorbankan kesugguhan Anda untuk memberikan kesuksesan pada bidang lainnya. Aturlah waktu Anda, karena keseluruhan tanggungjawab Anda itu sama pentingnya semua.
Salah Strategi
Jika strategi awal Anda gagal, janganlah keras kepala bahwa apa yang Anda lakukan sudah benar. Beranilah untuk belajar dan berbenah, memahami detail kondisi usaha Anda sebaik mungkin, dan lakukan beberapa perubahan sebagai bagian mengubah perilaku berbisnis Anda.  Strategi yang tepat tentu akan membuahkan hasil yang baik untuk usaha Anda.

Tidak Melakukan Pengembangan Diri
Jangan anggap bahwa diri Anda dapat berkembang dengan sendirinya seiring pengalaman yang Anda miliki. Anda secara personal belum tentu dapat berkembang. Karena itu luangkan waktu untuk membaca, jika sempat ikut kegiatan seminar atau workshop bisnis, memperbanyak informasi dan belajar dari orang-orang yang telah berpengalaman. Anda secara personal juga dituntut berkembang untuk menjadi lebih cerdas, lmemiliki perilaku yang lebih baik, dan juga pengembangan kapasitas diri yang lebih baik.

Kurang Komitmen, Kurang Konsisten
Kesungguhan itu penting. Buatlah komitmen sendiri yang haus Anda tepati. Jangan biarkan usaha Anda berjalan tanpa ada prinsip tertentu yang dapat memperkokoh struktur dasar “pondasi” bisnis Anda. Jangan mudah menyerah, jangan mudah putus asa. Tetaplah pelihara keyakinan Anda untuk secara konsisten mengelola warung Anda dengan baik.

Komunikasi dan Hubungan Antar Manusia yang Kurang Baik
Tidak sedikit usaha yang mengalami kegagalan karena terbatasnya silaturrohmi pemiliknya. Sebagai manusia biasa, Anda membutuhkan ruang untuk saling menyapa dan berbagi cerita. Untuk itu layanilah setiap manusia dengan sikap yang baik dan rendah hati. Komunikasi yang baik kepada pengunjung atau orang sekitar,akan sangat membantu usaha Anda semakin popular.

Kesombongan
 Sengaja kami memasukkan unsur kesombongan sebagai salah satu alasan mempercepat usaha Anda mengalami kegagalan. Sebab, kesombongan sering membutakan hati kita, hingga sulit untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Karena itu, periksalah diri Anda. Apakah Anda memiliki kesombongan yang identic dengan sikap keras kepala.

Kemalasan
Malas adalah sifat yang sering mengganggu kelancaran usaha atau bisnis yang dibangun oleh perseorangan. Semangat di awal membangun usaha, menggebu dan penuh harapan tiba-tiba terasa pupus dan lunglai.

Hal ini bisa terjad karena berbagai hal, seperti kebosanan atau kejenuhan melakukan rutinitas bisnis, usaha berkembang lambat, atau terjadi halangan lain yang mengganggu berkali-kali. Apapun yang terjadi, sebetulnya malas yang muncul haruslah dilawan, karena justru sifat inilah yang dapat menghancurkan bisnis yang sedang dibangun.

Share it :

About Me : Teguh Firmansyah

Only Blogger Rumahan Yang Sedang Meniti Jalan Kesuksesan.

Related Posts

HIMBAUAN BERKOMENTAR
1. Harap Tidak Komen Dengan Menggunakan Link Aktif
2. Komentar Bukan Spam
3. Isi Komen Tidak Bersifat SARA
4. Komentar Harus Relevan